Pertemuan ke lima
Dunia pendidikan di Indonesia telah mengalami banyak perubahan. Di mulai dengan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered learning), berkembang menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (students- centered learning). Kondisi ini mengharuskan guru peserta didik untuk memiliki referensi belajar yang banyak. Namun hal ini terkendala oleh kurangnya jumlah media cetak (diktat, modul, hands out, buku teks pelajaran, majalah, surat kabar, dan sebagainya) yang tersedia di sekolah. Situasi ini diperparah lagi dengan masih sedikit sekali jumlah guru yang menggunakan media pembelajaran berbentuk audio, video, dan media berbasis TIK lainnya.
Beberapa permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran di sekolah seperti yang disebutkan di atas mengharuskan guru sebagai fasilitator pembelajaran kreatif mencari sumber belajar yang dapat mendukung proses pembelajaran. Sehubungan dengan hal ini, Zainal Muttaqin di dalam tesisnya (2011) menuliskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong berbagai upaya pembaharuan di bidang pemanfaatan hasil-hasil teknologi untuk kepentingan pembelajaran.
Media pembelajaran yang kekinian akan menarik minat belajar peserta didik. Selain menarik minat dan perhatian peserta didik, media pembelajaran yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi cenderung lebih familiar di kalangan peserta didik sehingga sebagai dampaknya, peserta didik akan lebih mudah memahami dan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan pembelajaran. Kecenderungan di era kemajuan TIK ini, peserta didik lebih menyukai media yang tidak membosankan. Untuk kedepan diharapkan kemajuan internet dapat lebih dimanfaatkan lagi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama digunakan sebagai sumber belajar dan media pembelajaran. Terkait sumber belajar, maka pada era kemajuan teknologi ini sudah sepantasnya guru memaksimalkan pemanfaatan akses internet sebagai sumber belajar.
Penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari sekarang ini sudah semakin dirasakan kebutuhannya sehingga alat-alat yang memanfaatkan jaringan internet sudah tidak asing lagi, baik bagi guru maupun peserta didik. Melalui jaringan internet, tersedia berbagai web dan situs-situs yang dapat digunakan dan dikembangkan menjadi media pembelajaran guna mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Keuntungan media pembelajaran berbasis web dalam hal adalah fleksibilitasnya dikemukakan oleh Sabar Nurrohman (2012). Materi yang disajikan bisa dalam berbagai bentuk, bisa video, gambar, PDF, PPT, dll. Salah satu web yang sudah begitu berkembang dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran adalah weblog yang lebih lazim disebut blog. Blog merupakan web yang begitu mudah untuk digunakan. Guru sebagai pengelola laman blog dapat dengan mudah menggunakan fitur-fitur yang tersedia dalam blog, baik untuk mengupload materi pelajaran maupun melakukan evaluasi belajar yang keduanya dilakukan secara online.
Pada zaman modern ini, media pembelajaran sudah tidak lagi sulit untuk didapatkan. Beragam media dapat digunakan untuk memperlancar proses pembelajaran. Salah satu sarana yang sering dan bahkan tidak asing lagi di kalangan masyarakat dan khususnya peserta didik adalah internet. Internet telah menjelma menjadi sumber informasi yang lengkap, mudah, dan cepat untuk diakses oleh siapapun dan di manapun dengan catatan terkoneksi dengan jaringan internet. Dengan melihat situasi ini, guru sudah sepantasnya dapat mencari peluang dengan memanfaatkan internet dan salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di dalam internet sebagai media pembelajaran. Belajar berbasis online merupakan suatu terobosan untuk mengatasi kendala belajar yang dihadapi terutama untuk mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. Sebagai salah satu bentuk web, blog juga dapat menjadi solusi agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
1. Langkah-langkah pembuatan blog
a. Membuka situs blogger.com. Kemudian, klik “CREATE YOUR BLOG”
b. Masukkan alamat gmail anda. Setelah itu, pilih “BERIKUTNYA”
c. Masukkan password akun gmail anda secara benar, lalu pilih “BERIKUTNYA”
d. Terlebih dahulu anda harus memilih profil mana yang akan anda gunakan. Setelah itu, pilih “Buat profil Google+ atau bisa juga pilih profil blogger biasa”
e. Form profil akan terisi secara otomotis. Jika ada yang perlu diubah, entah itu nama, jenis kelamin atau tanggal lahir, anda bisa mengeditnya di sini. Jika sudah selesai mengedit, silakan pilih “CREATE PROFILE”
f. Pada tahap ini juga, anda bisa menambahkan foto profil anda. Anda bisa menambahkan atau mengganti foto profil nanti, jadi pilih “SKIP”
g. Profil Google+ anda sudah berhasil dibuat. Setelah itu, pilih “Lanjutkan ke Blogger”
h. Untuk membuat blog baru, pilih tombol “BUAT BLOG BARU” yang terletak di samping kanan.
i. Anda akan melihat tampilan seperti berikut ini. Silakan isi sesuai putunjuk nomor di bawah ini.
1) Nomor 1: Isi dengan judul blog baru anda, misal Blog Seputar Teknologi Terkini.
2) Nomor 2: Isi dengan alamat url pada blog anda, misal nesabatekno .blogspot.com. Jika ada tanda centang di sampingnya berarti alamat blog tersebut tersedia.
3) Nomor 3: Pilih tema yang anda sukai untuk blog baru anda; dan (10) Pilih “Buat blog!” Nama blog dan tampilan dapat dipilih sesuai selera.
2. Langkah Pemanfaatan Blog Sebagai Media Pembelajaran
a. Guru membuat rencana pembuatan blog sebagaimana tertera dalam tabel berikut ini.
b. Guru membuat laman blog untuk mata pelajaran yang diampunya. Pembuatan blog memang relatif mudah dan sederhana. Yang harus dilakukan pertama adalah memastikan bahwa kita yang akan membuat blog telah memiliki akun Google atau memiliki gmail. Memiliki akun gmail sebagai langkah awal untuk masuk membuat blog
c. Guru menyosialisasikan kepada peserta didiknya bahwa salah satu media yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah blog. Peserta didik harus mengetahui alamat blog yang digunakan dan seterusnya peserta didik diharapkan mampu menentukan materi apa yang harus dibaca dan di-download.
d. Guru meng-upload materi pelajaran melalui blog dalam bentuk tulisan, gambar dan video.
e. Guru membuat kuis interaktif dan mengupload ke blog agar dapat dikerjakan oleh peserta didik.
Penggunaan blog sebagai media pembelajaran dapat mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Disarankan kepada guru khususnya pada satuan pendidikan SMP, SMA/SMK untuk dapat memanfaatkan blog sebagai media pembelajarannya. Melalui blog, guru bukan hanya dapat meng-upload materi pelajaran dan berinteraksi tanya jawab dengan peserta didik, namun dapat pula dilakukan evaluasi belajar secara interaktif dan online.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar